Kami adalah Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD), selalu bersama, tumbuh dan berkembang di Solo, Jogja, di Jabodetabek, di Semarang, Surabaya dan dimanapun berada, tetap terjalin dan terikat tali silaturohim karena melaksanakan wasiat Bp/Ibu Wiryodnomo, sesuai tuntunan Allah dan sunnah Rosululloh seperti yang tersirat pada Qur’an Surat Alhujurat ayat 13:
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD),berdiri dengan dilatar belakangi oleh beberapa hal, diantaranya :
Perginya (meninggalnya) para sesepuh Wiyodinaman (WD) satu persatu, sehingga tokoh yang merupakan “suh” (tali pengikat) yang sedikitnya tiap satu tahun sekali menjadi sasaran tempat berkumpulnya bagi anak cucu telah tiada.
Karena perkembangan zaman dan pemenuhan hajat hidup sebagai manusia sosial, sekelompok keluarga satu persatu akan meninggalkan induk dan kampung halamannya. Entah belajar/kuliah, pindah tempat guna kepentingan pekerjaan/ dinas ataupun karena sebab-sebab yang lain.
Secara naluri insaniah, masing-masing individu tentu ada rasa rindu terhadap keluarga (orang tua, ahli famili) yang karena sesuatu hal menjadi jarang sekali bisa bertemu dan bersantai-santai.
Mengingat dan mengenangkan hal-hal seperti disebutkan di atas,beberapa orang anggota keluarga, yaitu Bp. H. Ma'ali (alm), Bp. S. Syamsudin (alm)_yang pada waktu itu masih berdomisili di Jakarta. Bp. Badjuri Wiryodinomo (alm), Moh. Qodri Abdullah (alm), Bp. Zahir Priyosuharto (alm), dan Bp Sarwono Aditenoyo (alm) telah sepakat mengadakan ikatan keluarga yang selanjutnya dinamakan: KeluargaWiryodinaman.
Pertemuan dan adanya kesepakatan tersebut diadakan beberapa bulan setelah Ibu Wirtyotenoyo (anak tertua dari Bp/Ibu Wiryodinomo) meninggal dunia pada bulan September 1959. Dan berturut-turut disusul meninggalnya Ibu H.Abdullah, Ibu Bei Darmosutidjo, Ibu Resodinomo, dan lain-lain.
Nama ikatan ini memang aslinya “Keluarga Wiryodinaman”. Tetapi setelah diadakan silaturahmi yang pertama dalam rangka halal bihalal th 1380 H/ 1960 M, sambutan baik bukan saja dari anak cucu Bp/Ibu Wiryodinamo yang hadir, tetapi juga perwakilan-perwakilan keluarga/ anak cucu dari para saudara Bp/Ibu Wiryodinomo, dan bahkan anak cucu daripara saudara sepupubeliau, diantaranya almarhumain :
· Bp. H. Mursidi, Ibu H. Oemar dan Bp.Askamdi, mewakili Keluarga Bp. H. Rosyad (alm).
· Bp/Ibu M. Sofyan, mewakili Kel. Bp. B. H. Hamzah
· Bp/IbuA. Djayadi, mewakili Kel. Bp. H. Iman Dinomo
· Bp/Ibu Munawar Resomartono, mewakili Kel. B. H. Sofingi
· Bp.A. Mukmin Dan Bp/Ibu H. Saleh Syaibani, mewakili Kel Bp. H. Syaibani
· Bp/Ibu Moh. Dawan, Mewakili Kel.Nyi H. Ichsan
· Bp. Dahlan, Bp. Mulyomartono Dan Bp. Oemar, mewakili Kel B. H. Dja'far
Maka ikatan keluarga ini disepakati menjadi “KELUARGA BESAR WIRYODINAMAN” dimulai dari Solo.

No comments:
Post a Comment