Keberlanjutan Aktivitas dan Kegiatan KBWD

Pelantikan Pak Swarsono sebagai Sekretaris KBWD Solo



Melanjutkan tongkat estafet yeng telah diserahkan kepada kita generasi penerus KBWD sebagi amanah, maka kita mengucap syukur alhamdulillah terus melangkah dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim marilah kita lanjutkan dan kita hidupkan perhimpunan keluarga ini.


Kegiatan-kegiatan yang telah dirintis oleh para pinisepuh terus berlanjut meskipun beliau-beliau perintis dan pengurus satu demi satu dipanggil Allah Swt.

  1. Pada periode 1970-an seperti almarhumain: Bp Mukri Sukoco, Bp H Ahmad Ma'ali, Bp Abd Harjosuwiryo, Bp S Syamsuddin. 
  2. Pada periode 1980-an disusul almarhumain: Ibu Hj Ahmad Ma'li, Bp/Ibu H Hirlan Sutadi, Bp/Ibu Ruswiyono, Bp Bajuri Resodinomo, Bp/Ibu H Mulyosuharso, Ibu Hj Murfia'ah Sarwono, Ibu Hj Samsudin.
  3. Pada periode 1990-an menyusul almarhumain: Bp H Sarwono Aditenoyo, Bp/Ibu H Zahir Priyosuharto, Bp/Ibu Widyosuwiryo.
  4. Pada periode 2000-an disusul Almarhumain: Bp Bunyamin Bajuri, Bp H Ramelan Yasin, Bp Muh Tasmir, Ibu Hj Afifah Minhad dan Bp H Ahmad Baedhowi
  5. Maaf tidak bisa disebut satu demi satu disini, allahummagh firlahum warhamhum wa 'afihii wa'fuanhum waj'alil jannata masfaahum.
Hal ini menunjukkan generasi kedua dan ketiga KBWD sudah tergantikan generasi keempat, kelima dan telah lahir generasi keenam dan ketujuh, tercatat pada pengurus KBWD jumlah jiwa per 1 Syawal 1431 H/ Oktober 2009  ± 1000 orang, subhanalloh.

Alhamdulillah KBWD ternyata memang terus berlanjut, KBWD di Solo (Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri,   Klaten   dan   Jogja)   terus   berkiprah,   KBWD   Jakarta   terus   bersilaturohmi,   KBWD   di   Semarang   dan sekitarnya terus eksis. Kesemuanya insya Allah masih berpegang pada pedoman keluarga, yaitu: Aqidah Islamiyah, Ibadah Ahlusunnah wal jama'ah, dan senantiasa menyambung tali silaturohim dengan segala kegiatannya.

Kini di KBWD Solo ada beberapa kegiatan:
  1. Kegiatan Arisan (silaturohim bulanan). Ajang pertemuan dan kumpul-kumpul setiap bulan secara bergiliran dengan acara tolabul 'ilmi, peningkatan aqidah Islamiyah, dan sosial ekonomi.
  2. Kegiatan Koperasi Simpan Pinjam. Anggota disediakan pinjaman konsumtif dan pinjaman usaha, alhamdulillah telah banyak membantu KBWD yang memerlukan dana untuk kebutuhan mendadak dan peningkatan usaha.
  3. Kegiatan Dana Pendidikan. Meskipun sedikit bisa untuk menambah biaya pendaftaran ke sekolah, beli tas baru dan sepatu baru.
  4. Kegiatan Buletin GEMA. Media informasi keluarga meskipun sederhana kehadirannya masih diperlukan.
  5. Kegiatan Amal Jariyah. Kumpulan recehan sampai ribuan untuk membantu kegiatan masjid, TPA, TK di lingkungan rumah anggota KBWD.
  6. Kegiatan Pengadaan Pamijen (tempat pemakaman). Rumah masa depan tipe 21 di Pracimoloyo Pajang Solo.
  7. Kegiatan Forum Limolasan (kumpul-kumpul setiap tanggal 15) . Mula-mula ajang sidang redaksi GEMA, dalam perkembangannya menjadi think tank (tangki pemikir) untuk kemaslahatan anggota Keluarga Besar Wiryodinaman. Alhamdulillah pada Forum limolasan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2012 di Rumah Mas Amin Santoso yang baru telah berkumpul keluarga2 muda yang tinggal di Komplek Perumahan Jetis Permai Gentan Surakarta. Mereka yang datang : Mas Amin, Mas Zaenal Mustaqim, saya (Pak Yus), Mas Tahid, Pak Yusuf, Swarsono, Doni, Riki Mirzam Masykuri dan Om Nuril Huda. Mereka keluarga2 muda sepakat akan melanjutkan ngurusi KBWD, Gema, wiryodinaman.blogspot.com dan motor penggerak keberlanjutan KBWD  
 Beberapa kesepakatan tanggal 16 Maret 2012 :
-          Sekretariat KBWD/Gema pindah di Rumah Pak Zaenal Mustaqim Ma'ali, Sondakan Solo .
-          Koordinator Forum Limolasan Pak Nuril Huda.
-          Sekretaris KBWD Pak Swarsono.
         Admin web wiryodinaman.blogspot.com ditambah Pak Riki Mirzam dan Pak Swarsono
-          Kesemuanya diatas masih didampingi para keluarga tua seperti. Pak Amin, Pak Yusuf, pak Tahid

Cikal Bakal KBWD

 

Mbah Wiryodinomo kakung-putri  kala  itu tinggal di sekitar sekolah NDM Kauman Solo, tempat kita melaksanakan halal bi halal tempo dulu. Dari sanapula awal mula cikal bakal KBWD. Mbah Wiryodinomo berputra 15 orang, putra pertama sampai ketiga meninggal pada saat balita, baru kelahiran putra ke empat yaitu ibuAmirah (mbah Wiryotenoyo putri),  dan kemudian  berturut-turut  hingga  mbah Abdul  Basir putri  sebagai putra ke  15 membawa kebahagiaan tersendiri bagi mbah Wiryodinomo.

Jika dirunut ke silsilah ke atas mbah Wiryodinomo kakung adalah keturunan ke 11 dari Panembahan Senopati pendiri Kerajaan Mataram, sedangkan mbah Wiryodinomo putri keturunan ke-12 Kanjeng Sunan Ampel. Kemudian Bp/Ibu Wiryodinomoberputra 15 orang yaitu :
  1. Khosiyah(meninggal sebelummenikah).  
  2. Asiyah (meninggal sebelummenikah). 
  3. ....anakputri (meninggal sebelummenikah). 
  4. IbuAmirah menikah dengan Bp Wiryotenoyo,berputra 12orang. 
  5. Bp Resodinomo menikah dengan Ibu Sobirdan IbuNaimah, berputra 7 orang. 
  6. Ibu Darmosutidjo, tidak berputra. 
  7. Bp Sumodinomomenikah dengan Ibu Sapawi,berputra 1orang 
  8. Ibu Hardinah menikah dengan BpAbdullah, berputra 5 orang. 
  9. Bp Maesuri, berputra 1orang. 
  10. BpNgisomAbdul Jalil menikah dengan Ibu Maesuri, berputra 2 orang. 
  11. IbuNuriyah menikah dengan Bp Mukharom, tidak berputra. 
  12. Fatimah (meninggal sebelummenikah). 
  13. bu Muzayanah menikah dengan BpAbdul Manan, berputra 3 orang. 
  14. Yahya (meninggal sebelummenikah). 
  15. Ibu SitiNaimah menikah dengan BpAbdul Basir,berputra 3 orang.
Kegiatan Mbah Wiryodinomo dan putra putrinya kala itu kalau pagi dan siang hari berdagang atau sebagai juragan batik serta ahli silaturohmi, kalau sore dan malam hari senantiasa menuntut ilmu dengan ngaji dan beribadah. 

Perlu Diketahui dan Patut Diteladani

Jika malam tiba dan langit cerah di taburi bintang-bintang, rumah-rumah mulai sepi, karena penghuninya mulai lelap dalam tidurnya. Bermacam peristiwa terjadi di berbagai penjuru dunia. Tetapi di rumah kecil di Kauman, Solo, mbah Wiryodinomo ditemani anak cucunya setiap 1/3 malam yang akhir tiba, terbangun untuk melaksanakan sholatmalam.

Konon ceritanya, pada  suatu malam keika ibu Samsudin (cucu mbah Wiryodinomo) bangun untuk  sholat mendengar  suara  berdengung seperti  suara  serombongan  lebah,  maka  bertanyalah  ibu  Samsudin  kepada  mbah Wiryodinomo tentang suara lebah itu. Mbah Wiryodinomo menjelaskan, “Itu suara para malaikat bertasbih memuji keagungan Allah SWT, yang telah menciptakan langit dan bumi seisinya”. Mendengar jawaban  itu, Ibu Samsudin bergegas mengambil  air wudhu untuk melakukan  sholat tahajud. Demikian Mbah Wiryodinomo mendidik putra- putrinya tidak banyak bicara, tapi banyak berbuat kebajikan.

Demikian juga    dengan putra-putrinya  meneruskan  model  pendidikan  seperti yang  dicontohkan  oleh mbah Wiryodinomo, yaitu menjaga silaturohmi, berbakti kepada Allah dan rosulnya, berbakti kepada kedua orang tuanya dan  senantiasa  berakhlaqul  karimah.  Maka  pada  tahun   1950-an   pada zamannya   mbah  Wiryotenoyo,  mbah Resodinomo, mbah Abdullah,  dan mbah Abdul Basir, mereka meneruskan  silaturohmi secara berkesinambungan.

Kemudian pada tahun 1960, Sepeninggal mbah Wiryotenoyo, mbah Abdullah, mbah Resodinomo, dan mbah Abdul Basir silaturohmi dihimpun dalam Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD).

Ada hal penting  menjadi  catatan untuk  dilanjutkan ke  anak cucu, diantaranya  adalah pola mendidik mbah Wiryodinomo, demikian juga pola mendidik antara mbah Wiryotenoyo, mbah Abdullah, mbah Abdulmanan, mbah Resodinomo.

Seperti kenangan dari Bp Joko  Suprapto, pada saat menyusun kegiatan Dana Pendidikan di rumah bapak Muh  Taslim,  Kartopuran  Solo, yang  kebetulan  datang  lengkap,  membetulkan  perkataan  mbah  Ma'ali  dan  mbah Harjosuwiryo, yaitu mensitir QS. Annisa ayat 1 tentang perintah silaturohmi dan silaturohmi harus betul-betul ikhlas karena dipantau oleh Allah sendiri. Kemudian pola mendidik mbah Wiryodinomo di rangkum oleh mbah Ma'ali seperti yang tersirat pada QS Lukman ayat  1 sampai  19. Supaya pandai bersyukur, mbah Wiryodinomo memberi contoh langsung bukan hanya dengan ceramah saja.

Yang perlu kita pegang teguh dari mbah Wiryodinomo yaitu bahwa beliau tidak hanya pandai memberi contoh tetapijuga pandai menjadi contoh. Misalnya dalam bersilaturohmi mbah Wiryodinomo (yangkemudian di contoh oleh mbah Wiryotenoyo) memberi contoh, ketika mempunyai makanan walaupun hanya sedikit saja, mbah Wiryodinomo tetap membagikan rata dan mengantarkannya kepada saudara-saudara,maksudnya agar salingmengenal satu sama lain dan menjaga silaturohmi. ”Dengan seringnya melakukan hal seperti itulah menjadikan kita   lebih saling kenal dengan saudara-saudara.”Demikian kenang pakde Prapto. 

Hal lain yang diajarkan oleh mbah Wiryodinomo adalah berbakti kepada kedua orang tua terutama kepada ibu, kemudian  sampai  masalah  sopan  santun.  Pada  akhirnya  harapan  mbah  Wiryodinomo  kepada  generasi-generasi penerus adalah ”menjadi orang penting itu baik tetapi lebih penting jadi orang baik”. 

LEBIH DATAIL DAPAT DISIMAK PADA DOKUMEN 50 TH KBWD

Halal Bi Halal

Silaturohmi KBWD tahunan yang lebih populer disebut halal bi halal selalu dilaksanakan setiap tanggal 3 Syawal setelah puasa Romadhon dan Idul Fitri, dilaksanakan di Solo dengan harapan KBWD yang telah tersebar luas di seantero jagad  bisa mudik ke Solo untuk sungkem kepada orang tuanya yang masih sugeng atau ziarah kubur ke makam para pinisepuh yang telah menghadap kehadirat Allah swt sambil kangen-kangenan, bertatap muka dan berjabat hati. Halal bi halal sudah dilaksanakan sampai  yang  ke-50 kalinya, insya Allah akan terus berlangsung selama ukhuwah Islamiyah masih terus terjaga.

 HBH 2009

Arisan KBWD

Silaturohmi setiap bulan atau yang lebih dikenal dengan arisan merupakan acara yang selalu ditunggu oleh segenap keluarga, sudah terjadwal bahwa hari Ahad minggu pertama adalah harinya untuk arisan KBWD, tekadang jadwalnya tertunda sampai Ahad minggu kedua karena beberapa sebab yang disepakati bersama.

Tempat penyelenggaraan digilir dan disusun jadwalnya di rumah anggota kelompok keluarga, penyelenggara (shohibul bait) dijadwalkan secara berkelompok,  biaya dan tenaga dilaksanakan secara gotong royong supaya terasa ringan dan ikhlas. Untuk ini Ibu Min  Toha tak bosan-bosannya selalu buat undangan atau telepon untuk mengundang KBWD Solo koordinasi dengan ibu Yusuf Muttaqin.

 @ Jakarta Juni 2009

Majalah KBWD

GEMA WIRYODINAMAN, nama yang disepakati untuk bulletin/ majalah KBWD sejak dikelola alm Bp H Sarwono Aditenoyo yang dibantu Bp Mukmin dengan percetakan stencilannya, GEMA diartikan sebagai suara yang sambung menyambung dimaksudkan untuk menyambung tali silaturomi, menyambung kabar berita keluarga, kabar keluarga yang di Solo, di Jakarta , di Kalimantan bahkan di seantero jagad  bisa diketahui oleh seluruh KBWD dimanapun berada.
GEMA WIRYODINAMAN bisa terus terbit karena ada dukungan seluruh keluarga pada umumnya, khususnya karena adanya keseriusan, ketulusan, dan keikhlasan dari para anggota redaksi. Meraka sepakat untuk selalu mengadakan sidang redaksi setiap tanggal 15, tempat bergiliran, di rumah Bp Amin Santosa Sondakan, di rumah Kauman Sememen, di rumah Bp Zaenal Mustakim Sondakan terkadang juga di rumah Bp Yusuf Bajuri, Priyobadan Sriwedari, bahkan bisa sampai kerumah Bp Yusuf Muttaqin Jaten Karanganyar, atau rumah Bp Fathoni Kartosuro. Dulu pada dekade 90-an sewaktu masih pada betah melek, pertemuan bisa sampai jam 12 malam bahkan dinihari. Mereka membahas rencana isi, bagimana dana untuk cetaknya, proses pencetakannya dan distribusnya. Tak lupa pula membahas tanggapan dan kritikan para pembaca untuk perbaikan GEMA kedepan.

Salah satu Cover Gema

Silsilah Keluarga KBWD

Silsilah keluarga mengantarkan Keluarga Besar Wiryodinaman untuk mengetahui hubungan hubungan individu dengan individu yang lain, satu keluarga dengan keluarga yang lain. Dengan melihat Kode Nomor pada silsilah kita dapat mencari data yang bersangkutan pada pada kolom data.

Petunjuk pembacaan silsilah keluarga

Silsilah keluarga ini disusun dengan versi daigram dan tabel, karena keterbatasan halaman dan untuk memudahkan pembacaan maka versi diagram disajikan hanya sampai generasi ke dua dari keturunan Bp/Ibu Wiryodinomo, selengkapnya dapat dilihat pada tabel. Contoh pembacaan dapat dibaca pada penjelasan dibawah ini :

1.      Deretan angka pada silsilah dan data memberikan petunjuk urutan dalam keluarga. Contoh : 4 . 6 . 10 . 2
Angka 4     : Menunjukkan anak ke 4 dari Mbah Wiryodinomo yang bernama : Wiryotenoyo
Angka 6     : Menunjukkan putra ke 6 dari Mbah Wiryotenoyo yang bernama : Ibu H. Aisyah Samsudin
Angka 10   : Menunjukkan  putra ke 10 dari Ibu H.A. Syamsudin yang bernama : Amin Santoso
Angka 2     : Menunjukkan putra ke 2 dari Amin Santoso yang bernama Azhar Dwi Astanto.

2.      Suami / Isteri memiliki nomor yang sama, karena itu angka hanya dituliskan dimuka nama Suami / Isteri yang merupakan keturunan langsung dari Mbah Wiryodinomo

3.      Untuk selanjutnya Kode Nomor akan dipergunakan dalam setiap pendataan sebaai Nomor Pokok Keluarga (NPK)

4.      Penyusunan data dan silsilah berdasarkan pada :
  1. Keterangan para sesepuh
  2. Review Dokumen 30 Tahun KBWD
  3. Blangko isian data yang telah dikembalikan pada team pendataan.
  4. Kolom data/silsilah yang kosong disebabkan oleh karena blangko isian data belum diterima kembali oleh team.
  5. Kekeliruannya pada penulisan data disebabkan kurang jelasnya huru/tulisan pada blangko isian yang ditulis dengan tangan.
5.      Team penyusunan buku ini telah bersama maksimal mungkin dalam pengumpulan data-data, akan tetapi team menyadari akan adanya kekurangan-kekurangan  dalam penulisan data-data pada buku ini. Oleh karena itu team akan menerima dengan senang hati perbaikan / ralat dari segenap keluarga untuk penyempurnaan buku ini dimasa datang.
6.      Penyajian dokumen keluarga dan silsilah diwujudkan dalam bentuk hard copy (buku) dan soft copy (file digital) untuk memudahkan updating dari waktu ke waktu.

 KBWD Generasi Pertama
UNTUK MELIHAT GENERASI BERIKUTNYA BUKA DOKUMEN 50 TH KBWD

Muda-mudi KBWD


Muda mudi Keluarga Besar Wiryodinaman kemudian disingkat MMKBWD  yang aktif pada tahun 80-an sebagai generasi ketiga dari KBWD seperti: alm Masykuri Harjosuwiryo, alm MH Tamrin, Priyono Raharjo, Haryanti Mulyosuharso, Styawan Tobari, Mujtahid Arismiadi, Mukhlis Wibisono, Noor Amriyah Usman, Yusuf Muttaqin, Harmanto Mulyosuharso, Nor Aida, Habidah Abdillah, Im Sangaji Bajuri (alm), Muh Qomarudin Hirlan, dan lain-lain maaf tidak bisa disebut satu persatu disini, mulai meninggalkan masa lajangnya, seharusnya adik-adiknya malanjutkan keaktifan mereka, tapi entah bagaimana selama kurun waktu satu dekade tahun 90-an seakan akan MMKBWD ada tapi tiada, adanya pas halal bi halal tahunan mereka muncul bantu-bantu penyelenggaraan, tapi setelah itu tiada kegiatannya, pada sibuk dengan sekolah dan kuliahnya. 

Alhamdulillah pada dekade 2000-an mulai muncul keaktifan MMKBWD sebagi generasi keempat KBWD antara lain, Doni Romadhoni, Tika dan Mirzam Masykuri, Ikhsan Yusuf Bajuri, Miftah dan Aldi Yusuf Muttaqin, Fauzi M Toha, Meri Styawan, Tomi Bunyamin, Ami dan Anto Amin Santoso, Esti Nursaleh mulai aktif di kepanitiaan halal bi halal dari tahun ke tahun. Mereka mulai saling akrab, mulai mengadakan silaturohmi di luar kegiatan halal bi halal, berkunjung ke rumah satu dengan lainnya. Sampai kemudian mendapatkan kepercayaan dari orang tuanya untuk menjadi panitia penuh pada penyelenggaraan halal bi halal setiap tahun dibawah pengawasan Bp H Zaenal Mustaqim dan panitia Ibadah Qurban dibawah bimbingan Bp Mujtahid, Bp M Fathoni, dan Bp Yusuf Bajuri.


 
MMKBWD di Kemuning Tawangmangu 

Sekarang bagaimana? mari dilanjut dengan menangani penerbitan GEMA dan menjadi admin  KBWD online,ok !

Album Kenangan













Perjalanan sejarah disamping tercatat sangat penting untuk diambil gambarnya sehingga dapat dilihat oleh anak cucu sebagai album kenangan.

Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD), berdiri dengan dilatarbelakangi oleh beberapa hal, diantaranya :
  • Perginya (meninggalnya) para sesepuh Wiyodinaman (WD) satu persatu, sehingga tokoh yang merupakan “suh” (tali pengikat) yang sedikitnya tiap satu tahun sekali menjadi sasaran tempat berkumpulnya bagi anak cucu telah tiada. 
  • Karena perkembangan zaman dan pemenuhan hajat hidup sebagai manusia sosial, sekelompok keluarga satu persatu akan meninggalkan induk dan kampung halamannya. Entah belajar/ kuliah, pindah tempat guna kepentingan pekerjaan/ dinas ataupun karena sebab-sebab yang lain.
  • Secara naluri insaniah, masing-masing individu tentu ada rasa rindu terhadap keluarga (orang tua, ahli famili) yang karena sesuatu hal menjadi jarang sekali bisa bertemu dan bersantai-santai.
Mengingat dan mengenangkan hal-hal seperti disebutkan di atas, beberapa orang anggota keluarga, yaitu Bp. H. Ma’ali (alm), Bp. S. Syamsudin (alm)_yang pada waktu itu masih berdomisili di Jakarta. Bp. Badjuri Wiryodinomo (alm), Moh. Qodri Abdullah (alm), Bp. Zahir Priyosuharto (alm), dan Bp Sarwono Aditenoyo (alm) telah sepakat mengadakan ikatan keluarga yang selanjutnya dinamakan: Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD), seperti yang terekam pada foto-foto ALBUM KENANGAN.

 

Assalaamu'alaikum

 لْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Ba’dassalam, Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD) dimanapun berada marilah kita senantiasa melafalkan kalimah alhamdulillah karena segala karunia dan nikmat lahir dan batin selalu tercurah kepada kita sekalian, terutama nikmat Iman wal Islam masih bersemayam di lubuk hati kita yang tak luntur sedikitpun dan insya Allah khusnul khotimah.

Saat ini genap 50 tahun KBWD selalu bersama, tumbuh dan berkembang di Solo, Jogja, di Jabodetabek, di Semarang dan dimanapun berada tetap terjalin dan terikat  tali silaturohim karena malaksanakan wasiat Bp/Ibu Wiryodnomo,  sesuai tuntunan Allah dan sunnah Rosululloh seperti yang tersirat pada Qur’an Surat Alhujurat ayat 13:

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Keberlangsungan ini antara lain disebabkan adanya Silaturohim bulanan, Halal bi halal tahunan, media komunikasi GEMA dan dokumentasi keluarga. Proses dokumentasi terus dilakukan, telah ada Dokumentasi 30 tahun KBWD (1990), dan berlanjut dengan dokumentasi GEMA KBWD setiap bulan. Saat ini sudah genap 50 tahun ketika KBWD dibentuk, catatan pada Dokumnentasi 30 Tahun KBWD telah di review, generasi ke 5 dan 6 sudah tercatat pada silsilah, banyak peristiwa yang telah dicatat sebagai sejarah untuk generasi mendatang.

Assalaamua'alaikum. Kami adalah Keluarga Besar Wiryodinaman (KBWD). KBWD selalu bersama, tumbuh dan berkembang di Solo, Jogja, Jabodetabek, Semarang, Surabaya dan dimanapun berada, tetap terjalin tali silaturohim seperti yang diwasiatkan Bp/Ibu Wiryodinomo setelah diadakan silaturahmi yang pertama dalam halal bihalal tahun 1380 H / 1960 M. Mari kita lanjutkan terus.
Kirimkan artkel, berita keluarga atau foto : wiryodinaman@gmail.com